Kalau Sobat berkunjung ke Yogyakarta, pastilah akan di sapa oleh indahnya Tugu Jogja. Bangunan yang di dominasi oleh warna putih yang berada di perempatan jalan Margo Utomo, Jalan Jendral Soedirman, Jalan A. M. Sangaji dan Jalan Diponegoro ini tidak pernah sepi pengunjung loh Sobat! Selain berusia hampir 3 abad, Tugu Jogja mempunyai 1 poros imajiner antara laut Selatan, Kraton Yogyakarta dan Gunung Merapi.

Tugu ini menjadi salah satu landmark dari kota Pelajar, memiliki daya tarik tersendiri sehingga mampu memikat hati wisatawan lokal maupun mancanegara. Kota Jogja seakan menjadi surga bagi wisatawan yang mendambakan keramah-tamahan dan tempat nan eksotis. Kota Pelajar dan Gudeg ini memiliki beberapa tempat wisata yang menjadi icon, salah satunya adalah Tugu Jogja yang selalu ramai setiap malam hari.

Untuk menuju tugu ini, Sobat dapat menempuh waktu sekitar 15 menit atau jarak 5 km dari titik 0 kota Jogja. Sobat dapat juga mengendarai kendaraan pribadi, seperti sepeda, mobil dan motor. Banyak juga transportasi umum yang Sobat bisa gunakan, seperti transjogja, gojek, grab, becak dan lain sebagainya. Jika Sobat ingin berwisata sembari menikmati keindahan kota Jogja pada malam hari, bisa menggunakan becak atau andong untuk berkeliling secara leluasa.

Konten Artikel

Baca Juga  7 Tradisi Unik di Indonesia Saat Ramadhan Bikin Kangen Kampung Halaman

Filosofi Tugu Jogja

Monumen ini memiliki banyak makan yang tersirat di dalamnya. Ada sebuah filosofi tercermin dalam bangunan ini sejak pertama kali di bangun. Makna yang terkenal dari tugu ini adalah Manunggaling Kawula Gusti, yang bermakna persatuan antara rakyat dan pemimpin serta semangat dalam mengusir penjajah dari bumi pertiwi.

Filosofi tercermin dari bentuk bangunan tugu yang memiliki tiang berbentuk mirip silinder (gilig). Puncak tugu ini dulu memiliki bentuk bulat atau golong, masyarakat pun dulu mengenal tugu ini dengan nama Tugu Golong Gilig. Pada awal berdiri, tugu ini memiliki tinggi 25 meter dari atas permukaan tanah dengan pagar pada bagian dasar yang melingkar.

Monumen ini sebagai batas utara kota tua di Jogja. Ketika gempa bumi yang amat dahsyat melanda kota Pelajar pada 10 Juni 1987 menghancurkan tugu ini. Ketika tugu Jogja runtuh, akhirnya direnovasi oleh Belanda pada tahun 1989. Belanda mengubah bentuk asli menjadi persegi dan memiliki puncak yang meruncing.

Tinggi bangunan ini pun dipangkas, awalnya 25 meter menjadi 15 meter. Hal ini dipercaya oleh sebagian masyarakat sebagai upaya Belanda untuk memecah persatuan dari rakyat dan Kraton Yogyakarta. Nama tugu Golong Gilig pun berubah menjadi De Witt Paal (Tugu Pal Putih).

Selain memiliki nilai historis, tugu ini menawarkan pesona melalui keindahan arsitektur yang terus di permak dari waktu ke waktu. Lampu warna-warni tak mau kalah dalam menyinari dan memancarkan keindahannya. Ada sebuah anggapan, jika Sobat mengunjungi kota Yogyakarta, namun belum mampir ke tugu ini di anggap belum pernah ke Jogja.

Baca Juga  3 Spot Snorkling Terbaik di Lombok yang Wajib Anda Kunjungi, Keren Banget!!

Waktu Berkunjung yang Tepat

Untuk menikmati keindahan Tugu Jogja, waktu yang paling tepat adalah ketika pagi hari saat masih sepi kendaraan dan malam hari. Ketika malam, suasana terasa spesial, Sobat bisa melihat gagahnya tugu yang sudah berusia hampir 300 tahun lalu menjadi kebanggaan warga Yogyakarta.

Dalam menikmati suasana tugu ini, paling cocok sembari duduk santai di pinggir jalan sambil bercengkrama dengan teman terdekat maupun keluarga. Suasana malam di Jogja yang indah bisa Sobat rasakan dengan orang-orang terdekat seakan menciptakan moment yang tidak pernah terlupakan seumur hidup.

Sobat juga bisa hunting foto dengan background tugu yang sudah menjadi icon kota Pelajar ini. Jangan heran, jika Sobat berkunjung akan banyak melihat anak muda yang rela antri hanya untuk mengambil sebuah gambar. Jika Sobat ingin berselfie maupun bernarsis, Sobat harus hati-hati dikarenakan banyan kendaraan yang lalu-lalang di jalan sekitaran monumen ini. Waktu yang tepat untuk mengambil foto, yaitu ketika jam 23.00 WIB ke atas, volume kendaraan yang lewat semakin berkurang.

Sembari menikmati keindahan Tugu Jogja, Sobat bisa berwisata kuliner dengan mencoba berbagai makanan khas Jogja yang lezat di sekitaran area dekat tugu. Di dominasi oleh angkringan yang menawarkan makanan, seperti nasi kucing, kopi jos, gorengan, wedhang ronde dan masih banyak lagi yang lain. Tentunya dengan harga yang murah meriah.

Baca Juga  9 Tempat Wisata di Lombok yang Sangat Anda Butuhkan Untuk Mendamaikan Ingatan

Jika Sobat tidak puas dengan menu angkringan, bisa coba alternatif lain, seperti restoran dan café yang menawarkan kuliner lezat dan menggugah selera. Sobat bisa memanjakan lidah dengan menyantap bakmi jawa, gudeg, bebek goreng dan masih banyak yang lainnya.

 

Tips Berkunjung di Tugu Jogja

  • Berhati-hatilah jika Sobat ingin berfoto di area tugu, banyak kendaraan yang lewat
  • Waktu yang pas untuk hunting foto mulai pukul 23.00 WIB
  • Hari Sabtu dan Ahad, tugu akan ramai pengunjung sehingga sulit untuk dapat tempat parkir
  • Jagalah kebersihan area tugu, buang sampah pada tempatnya, jangan sembarangan

 

Ngak afdol rasanya jika berkunjung ke Yogyakarta tanpa berpose dulu di Tugu Jogja. Luangkan sebagian kecil saja waktu untuk membagikan artikel ini kepada teman-teman Anda. Hanya dengan klik Icon Social dibawah ini. Sampai jumpa lagi!

32621cookie-checkTugu Jogja, Landmark Kota Pelajar yang Menyimpan Sejarah
Share Yuk!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •